Dunia fashion hari ini bukan lagi sekadar soal tampil trendi atau mengikuti tren yang cepat berganti. Di tengah isu pemanasan global, industri mode perlahan mulai bergeser ke arah yang lebih hijau dan berkelanjutan (sustainable fashion). Menangkap peluang sekaligus tantangan ini, Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana (HMD PTBB) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) langsung bergerak cepat. Pada Rabu, 6 Mei 2026, mereka menggelar sebuah acara seru bertajuk “Creativepreneur Summit: Empowering Academic and Creative Industry Skill”. Lewat kuliah tamu ini, para mahasiswa Pendidikan Tata Busana diajak untuk tidak hanya jago secara akademik, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang ramah lingkungan agar siap bersaing di industri kreatif masa kini.
Kegiatan yang dilaksanakan setelah Kuliah Tamu Boga ini dibagi menjadi dua sesi utama yang saling berkesinambungan. Sesi pertama berlangsung di Ruang 207 Gedung B13 dengan pemaparan materi bertajuk “Creating a Fashion Collection Concept”. Di sesi ini, pemateri membongkar rahasia bahwa sebuah koleksi busana yang sukses selalu lahir dari riset yang mendalam, bukan sekadar asal gambar. Peserta dibimbing untuk memahami proses kreatif dalam menyusun konsep koleksi busana profesional, mulai dari pentingnya riset tema, eksplorasi unsur dan prinsip desain, hingga teknik pencarian ide melalui mind mapping, moodboard, dan visual storytelling agar desain yang dihasilkan punya karakter yang kuat.


Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan berpindah ke Laboratorium Tekstil B16 untuk sesi kedua yang tak kalah seru, yaitu materi dan praktik “EcoPrint Technique”. Di sinilah keajaiban terjadi. Mahasiswa tidak cuma mendengarkan teori pewarnaan alami di atas kertas, tetapi juga mengotori tangan mereka dengan langsung mempraktikkan teknik ecoprint di atas selembar kain. Dibawah bimbingan pemateri yang ahli, mereka belajar cara ajaib memindahkan pigmen warna dan bentuk asli dari daun serta bunga liar menjadi motif kain yang estetik dan punya nilai jual tinggi.
Langkah kecil dari ruang laboratorium ini sebenarnya membawa dampak yang sangat besar bagi masa depan bumi kita. Dengan menguasai teknik ecoprint, para mahasiswa secara eksplisit ikut berkontribusi dalam mendukung SDGs Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Mereka belajar bahwa untuk menghasilkan pakaian yang indah, kita tidak harus merusak alam dengan limbah kimia tekstil berbahaya. Selain ramah lingkungan, bekal ilmu creativepreneur ini juga menjadi pilar penting bagi pencapaian SDGs Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena mengarahkan generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis pada kreativitas lokal dan kemandirian ekonomi.




Materi mengenai pembuatan konsep desain hingga praktik langsung ini menjadi pengalaman baru yang sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta. Salah satu perwakilan mahasiswa yang ikut serta menuturkan, “Materi tentang pembuatan konsep desain hingga praktik ecoprint menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat untuk membantu kami membangun kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia industri kreatif di masa depan.”

Melalui Kuliah Tamu Busana 2026 ini, harapan besarnya adalah agar para calon desainer muda dari Universitas Negeri Malang ini tidak hanya pandai menciptakan tren, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi untuk mengekspresikan ide-ide mereka lewat karya fashion yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi bumi yang lebih baik.