Siapa bilang belajar teknologi harus selalu di dalam kelas? Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) mampu mendapatkan pengalaman terbaik di tempat yang jauh, tepatnya di National Institute of Technology (KOSEN), Kagoshima College, Jepang. Melalui program UM-Global Immersion Experience (UM-GIE) Short Term KOSEN Immersion Program yang dilaksanakan pada tanggal 20-29 Mei 2026, kelima mahasiswa dari program S1 Pendidikan Tata Busana, S1 Teknik Informatika, dan S1 Teknik Industri ini berkesempatan untuk merasakan langsung dunia pendidikan dan industri di Jepang. Program ini dikelola oleh UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UM dengan tujuan untuk memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus mempererat hubungan internasional UM dengan institusi pendidikan di luar negeri.

Dalam jangka waktu kurang lebih sepuluh hari di Jepang, mahasiswa menjalani padatnya jadwal yang merupakan perpaduan kegiatan akademik, kunjungan industri, dan pertukaran budaya. Kegiatan akademik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti kelas Mathematical Analysis, Physics, Electrical Engineering Practical Training, English Class, hingga Engineering Experiments yang membahas dunia robotika dan teknik kendali. Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga mengeksplorasi kegiatan klub Mechatronics Robotics dan Kyudo (Japanese Archery).

Pengalaman semakin lengkap dengan kunjungan ke perusahaan besar, Fujita Works, yang bergerak di bidang precision welding, dan Toyota Research and Development, tempat riset dan pengujian produk otomotif kelas dunia berlangsung. Di sinilah para mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teknologi dalam skala industri yang sesungguhnya.

Di luar kegiatan akademik, program ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia. Dalam Indonesian Culinary Event, mahasiswa memasak Mie Ayam bersama mahasiswa Jepang yang disambut antusias. Selain Culinary Event, mahasiswa menampilkan Tari Saman di hadapan 30 mahasiswa KOSEN dan kemudian mengajarkannya kepada 15 mahasiswa Jepang yang berpartisipasi. Program homestay bersama keluarga lokal di Kagoshima juga menjadi momen tak terlupakan, lengkap dengan kunjungan ke Kirishima, Sakurajima Mountain, dan berbagai situs budaya yang kaya sejarah.


Program ini meninggalkan dampak yang nyata, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi nama baik UM di kancah internasional. Secara akademik, mahasiswa mendapatkan gambaran utuh tentang sistem pendidikan berbasis praktik di Jepang yang terkenal ketat namun inovatif. Kunjungan industri membuka mata mereka terhadap standar kerja, budaya inovasi, dan pengelolaan manufaktur modern yang bisa menjadi inspirasi untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Sisi sosialnya pun tak kalah bermakna. Tinggal bersama keluarga Jepang dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa KOSEN melatih kemampuan komunikasi lintas budaya yang tidak bisa didapatkan dari buku teks manapun. Program ini secara nyata berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) lewat akses pengalaman belajar internasional yang berkualitas, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kompetensi dan kesiapan kerja global mahasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi erat antara UM dan KOSEN Kagoshima College yang semakin memperkuat jejaring internasional kedua institusi.

Dr. Jevri Tri Ardiansah, S.Pd., M.Eng., Ph.D., selaku dosen pendamping program dari Fakultas Teknik UM, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri biasa. Mahasiswa benar-benar dihadapkan pada lingkungan belajar yang berbeda, dari cara mengajar, budaya kampus, hingga cara industri bekerja. Senada dengan itu, Kuniya Sensei selaku guru pembimbing dari KOSEN Kagoshima College mengungkapkan rasa bangganya melihat mahasiswa Indonesia yang tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga berani tampil memperkenalkan budaya mereka kepada mahasiswa Jepang. Ke depan, diharapkan program UM-GIE terus hadir setiap tahun dengan jangkauan yang semakin luas, memberi lebih banyak mahasiswa UM kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan membawa pulang semangat global demi kemajuan





















































