Blog

  • Dari Malang ke Kagoshima: Lima Mahasiswa FT UM Bawa Pulang Pengalaman Akademik dan Budaya Kelas Dunia

    Dari Malang ke Kagoshima: Lima Mahasiswa FT UM Bawa Pulang Pengalaman Akademik dan Budaya Kelas Dunia

    Siapa bilang belajar teknologi harus selalu di dalam kelas? Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) mampu mendapatkan pengalaman terbaik di tempat yang jauh, tepatnya di National Institute of Technology (KOSEN), Kagoshima College, Jepang. Melalui program UM-Global Immersion Experience (UM-GIE) Short Term KOSEN Immersion Program yang dilaksanakan pada tanggal 20-29 Mei 2026, kelima mahasiswa dari program S1 Pendidikan Tata Busana, S1 Teknik Informatika, dan S1 Teknik Industri ini berkesempatan untuk merasakan langsung dunia pendidikan dan industri di Jepang. Program ini dikelola oleh UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UM dengan tujuan untuk memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus mempererat hubungan internasional UM dengan institusi pendidikan di luar negeri.

    Dalam jangka waktu kurang lebih sepuluh hari di Jepang, mahasiswa menjalani padatnya jadwal yang merupakan perpaduan kegiatan akademik, kunjungan industri, dan pertukaran budaya. Kegiatan akademik memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti kelas Mathematical Analysis, Physics, Electrical Engineering Practical Training, English Class, hingga Engineering Experiments yang membahas dunia robotika dan teknik kendali. Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga mengeksplorasi kegiatan klub Mechatronics Robotics dan Kyudo (Japanese Archery).

     Pengalaman semakin lengkap dengan kunjungan ke perusahaan besar, Fujita Works, yang bergerak di bidang precision welding, dan Toyota Research and Development, tempat riset dan pengujian produk otomotif kelas dunia berlangsung. Di sinilah para mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teknologi dalam skala industri yang sesungguhnya.

    Di luar kegiatan akademik, program ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia. Dalam Indonesian Culinary Event, mahasiswa memasak Mie Ayam bersama mahasiswa Jepang yang disambut antusias. Selain Culinary Event, mahasiswa menampilkan Tari Saman di hadapan 30 mahasiswa KOSEN dan kemudian mengajarkannya kepada 15 mahasiswa Jepang yang berpartisipasi. Program homestay bersama keluarga lokal di Kagoshima juga menjadi momen tak terlupakan, lengkap dengan kunjungan ke Kirishima, Sakurajima Mountain, dan berbagai situs budaya yang kaya sejarah.

    Program ini meninggalkan dampak yang nyata, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi nama baik UM di kancah internasional. Secara akademik, mahasiswa mendapatkan gambaran utuh tentang sistem pendidikan berbasis praktik di Jepang yang terkenal ketat namun inovatif. Kunjungan industri membuka mata mereka terhadap standar kerja, budaya inovasi, dan pengelolaan manufaktur modern yang bisa menjadi inspirasi untuk dibawa pulang ke Indonesia.

    Sisi sosialnya pun tak kalah bermakna. Tinggal bersama keluarga Jepang dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa KOSEN melatih kemampuan komunikasi lintas budaya yang tidak bisa didapatkan dari buku teks manapun. Program ini secara nyata berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) lewat akses pengalaman belajar internasional yang berkualitas, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kompetensi dan kesiapan kerja global mahasiswa, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi erat antara UM dan KOSEN Kagoshima College yang semakin memperkuat jejaring internasional kedua institusi.

    Dr. Jevri Tri Ardiansah, S.Pd., M.Eng., Ph.D., selaku dosen pendamping program dari Fakultas Teknik UM, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri biasa. Mahasiswa benar-benar dihadapkan pada lingkungan belajar yang berbeda, dari cara mengajar, budaya kampus, hingga cara industri bekerja. Senada dengan itu, Kuniya Sensei selaku guru pembimbing dari KOSEN Kagoshima College mengungkapkan rasa bangganya melihat mahasiswa Indonesia yang tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga berani tampil memperkenalkan budaya mereka kepada mahasiswa Jepang. Ke depan, diharapkan program UM-GIE terus hadir setiap tahun dengan jangkauan yang semakin luas, memberi lebih banyak mahasiswa UM kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan membawa pulang semangat global demi kemajuan

  • Membangun Kompetensi Fashion Masa Depan melalui Kolaborasi Akademik UM–UNM

    Membangun Kompetensi Fashion Masa Depan melalui Kolaborasi Akademik UM–UNM

    Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Transformasi Industri Fashion di Era Digital: Peluang dan Tantangan Generasi Muda”. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya program studi dalam memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri fashion yang semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital, media sosial, e-commerce, kecerdasan buatan, dan perubahan perilaku konsumen global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai berbagai peluang dan tantangan yang harus dihadapi generasi muda dalam memasuki dunia kerja maupun membangun usaha di bidang fashion.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung B16 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Kuliah tamu menghadirkan Dr. Aisyah Hading, M. Pd, seorang akademisi dan pakar bidang pendidikan serta industri fashion dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Dalam kegiatan ini, narasumber membagikan wawasan mengenai transformasi industri fashion di era digital berdasarkan perspektif akademik, hasil penelitian, serta perkembangan terkini yang terjadi di dunia industri. Kehadiran narasumber memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia fashion yang semakin dinamis.

    Kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan industri terkini. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami implementasi teknologi digital dalam proses desain, produksi, pemasaran, hingga distribusi produk fashion. Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri kreatif.

    Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar pada industri fashion sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, serta literasi digital yang kuat. Prodi S1 Pendidikan Tata Busana berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan akademik yang mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan perkembangan industri yang dinamis.

    Memasuki sesi utama, Dr. Aisyah dari Universitas Negeri Makassar (UNM) memaparkan berbagai perubahan yang terjadi dalam industri fashion akibat perkembangan teknologi digital. Materi yang disampaikan mengintegrasikan perspektif pendidikan tinggi, hasil penelitian, serta kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri fashion masa kini. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penguasaan teknologi, kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi transformasi industri fashion global.

    Materi yang disampaikan meliputi perkembangan e-commerce fashion, digital marketing, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, penggunaan teknologi dalam proses desain dan produksi, serta peluang karier baru yang muncul di sektor industri kreatif. Narasumber juga menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, seperti persaingan global, perubahan tren yang cepat, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi dan inovasi.

    Kegiatan ini turut mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengenalan berbagai inovasi teknologi yang mendorong transformasi industri fashion. Mahasiswa diajak memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan produk fashion yang lebih inovatif serta berkelanjutan. Pemahaman ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif dan mampu berkontribusi pada pengembangan industri fashion nasional.

    Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun brand fashion, peluang menjadi fashion entrepreneur, pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk, serta keterampilan yang harus dipersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di era industri 4.0. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk memahami perkembangan industri fashion modern dan peluang yang tersedia di masa depan.

    Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth karena membekali mahasiswa dengan wawasan dan kompetensi yang dapat meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan fashion. Pemahaman mengenai tren industri, teknologi digital, dan kebutuhan pasar diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

    Kolaborasi antara Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) turut mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Sinergi antarlembaga pendidikan tinggi ini menjadi sarana untuk memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan ini menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

    Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. selaku Ketua Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana UM menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa mengenai perubahan yang terjadi dalam industri fashion global serta mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ke depan, program studi akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra industri dan praktisi profesional guna mendukung terciptanya lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.

    Sebagai tindak lanjut dari kegiatan kuliah tamu, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dan pihak Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan penandatanganan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama akademik. Kesepakatan ini mencakup pengembangan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan penelitian kolaboratif, serta program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Penandatanganan IA diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi di bidang pendidikan tata busana.

  • Kreasi Pentagana Vol. 2: Panggung Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan Mahasiswa PTBB UM

    Kreasi Pentagana Vol. 2: Panggung Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan Mahasiswa PTBB UM

    Pada Selasa, 12 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana (HMD PTBB) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan Kreasi Pentagana Vol. 2 di selasar Gedung B13 dan B16 Fakultas Teknik UM. Mengusung tema “Mengukir Estetika, Menciptakan Karya”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta hasil karya terbaik mereka di bidang tata boga dan tata busana.

    Kreasi Pentagana Vol. 2 merupakan salah satu program kerja Bidang Bakat dan Minat HMD PTBB yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat berkarya di lingkungan akademik. Selain menjadi ajang apresiasi karya, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana Universitas Negeri Malang. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa aktif angkatan 2024 dan 2025 yang terlibat secara langsung sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

    Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan briefing panitia dan registrasi peserta. Selanjutnya, setiap kelompok mempersiapkan produk dan karya yang akan dipamerkan pada stan masing-masing. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Pembina HMD PTBB, serta Ketua Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun pengunjung yang hadir.

    • Sambutan Pembina HMD PTBB
    • Sesi Pameran Hasil Karya Mahasiswa

    Dalam kegiatan ini, mahasiswa menampilkan beragam karya kreatif dan inovatif yang mencerminkan kompetensi serta keterampilan yang telah mereka pelajari selama perkuliahan. Pada bidang tata boga, berbagai produk unggulan dipamerkan melalui kategori seperti Main Course Battle, Pasta Creation Challenge, dan Cookies Art. Sementara itu, mahasiswa tata busana menampilkan karya berupa handy craft, fashion research, tailoring, gambar anatomi busana, hingga berbagai teknik pembuatan busana wanita dan anak.

    Seluruh karya yang dipamerkan telah melalui proses penilaian oleh dosen dan juri eksternal. Oleh karena itu, produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menunjukkan kualitas, kreativitas, serta potensi untuk dikembangkan dalam industri kreatif. Secara keseluruhan, ada 24 stan pameran di area kegiatan.

    Kegiatan ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum. Tingginya antusiasme pengunjung terlihat dari interaksi yang berlangsung di setiap stan pameran. Bahkan, sejumlah produk yang dipamerkan berhasil terjual selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa karya mahasiswa tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang untuk dikembangkan lebih lanjut secara komersial.

    Selain pameran karya, Kreasi Pentagana Vol. 2 juga menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, seperti sesi hiburan, penilaian karya, pengumuman pemenang, hingga penyerahan penghargaan kepada kelompok terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan kualitas karya yang dihasilkan sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

    Pemenang Kategori Busana

    Penyerahan Trofi kepada Pemenang Kategori Boga

    Pemenang Kategori Boga

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam memamerkan hasil karya, tetapi juga belajar mengenai proses produksi, manajemen acara, komunikasi, kerja sama tim, dan kewirausahaan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja dan industri kreatif yang terus berkembang.

    Kreasi Pentagana Vol. 2 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi mahasiswa yang kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri kuliner dan fashion di masa depan. Keberhasilan kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa merupakan potensi besar yang layak untuk terus didukung, dikembangkan, dan diapresiasi.

  • Sidang AD/ART Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana 2026: Sangkara Karya: Menyempurnakan Aturan, Menguatkan Nilai

    Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana telah menyelenggarakan Sidang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai forum penting dalam memperkuat sistem dan tata kelola organisasi. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Aula Perpustakaan Lantai 2 Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh anggota himpunan untuk meninjau kembali aturan dasar organisasi serta menyesuaikannya dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi di masa kini. Melalui forum ini, berbagai pasal dan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikaji secara bersama-sama oleh para peserta sidang, sehingga menghasilkan aturan yang lebih jelas, sistematis, dan sesuai dengan dinamika organisasi.

    Sidang AD/ART merupakan forum resmi yang di laksanakan oleh HMD PTBB bertujuan untuk membahas, mengubah, dan mengesahkan aturan dasar organisasi sebagai landasan untuk penyempurnaan kinerja dalam organisasi. Sidang AD/ART ini menjadi hal penting sebelum memasuki periode baru dalam organisasi untuk memastikan kebijakan yang

    ada masih relevan atau harus mengalami perubahan yang menyesuaikan kebutuhan anggota. Dan perlunya di adakan sidang AD/ART dalam sebuah organisasi untuk menentukan landasan hukum organisasi, mewujudkan demokrasi dalam organisasi, dan menjaga transparansi serta akuntabilitas.

    Mengusung tema “Sangkara Karya: Menyempurnakan Aturan, Menguatkan Nilai”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perbaikan aturan secara struktural, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai dasar organisasi seperti integritas, tanggung jawab, kebersamaan, dan profesionalisme. Rangkaian kegiatan Sidang AD/ART diawali dengan pembukaan yang meliputi sambutan-sambutan sebagai pengantar untuk dilaksanakannya sidang. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penetapan presidium sidang sebagai pemimpin jalannya persidangan. Memasuki inti kegiatan, peserta sidang melakukan pembahasan secara sistematis terhadap setiap pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang mencakup sesi pemaparan, diskusi, penyampaian pendapat, hingga pengambilan keputusan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Setelah seluruh agenda pembahasan diselesaikan, sidang ditutup dengan penetapan hasil keputusan serta penyampaian kesimpulan sebagai bentuk akhir dari proses persidangan yang telah dilaksanakan secara tertib dan demokratis.

    Ketentuan sidang AD/ART tidak di lakukan dengan sembarangan, ada tahapan yang harus di ikuti oleh semua anggota organisasi agar sidang AD/ART berjalan dengan lancar. Sebelum sidang dimulai, panitia biasanya menyusun rancangan perubahan AD/ART berdasarkan masukan dari anggota, meliputi mengidentifikasi pasal yang perlu direvisi, mengumpulkan aspirasi anggota, dan menyusun draft perubahan yang nantinya akan di bacakan oleh para presidium dalam sidang AD/ART. Kegiatan sidang berlangsung dengan suasana yang demokratis dan penuh semangat partisipasi dari para anggota. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat, masukan, serta gagasan dalam proses pembahasan pasal-pasal AD/ART. Hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang transparan, partisipatif, dan berlandaskan pada musyawarah untuk mencapai mufakat.

    Sidang AD/ART diadakan dengan harapan agar organisasi memiliki arah, aturan, dan sistem kerja yang jelas serta disepakatibersama oleh seluruh anggota. Sidang AD/ART juga diharapkan mampu untuk menyesuaikan aturan organisasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anggota. Aturan yang sudah tidak relevan dapat diperbaiki agar organisasi tetap adaptasi. Diadakannya sidang ini menjadi sarana untuk menampung aspirasi anggota. Proses diskusi dan musyawarah yang terjadi mencerminkan nilai demokrasi, sehingga keputusan yang dihasilkan merupakan kesempatan bersama. Pada akhirnya, harapan utama dari diadakannya sidang AD/ART terciptanya organisasi yang lebih profesional, transparan, dan bertanggung jawab, serta mampu menjalankan program kerja secara efektif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

  • HMD PTBB FT UM 2025 Tingkatkan Solidaritas dan Profesionalisme melalui Kegiatan Upgrading

    Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana (HMD PTBB) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang kembali menyelenggarakan kegiatan upgrading sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi organisasi di awal periode kepengurusan 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-15 Februari 2026 di Dusun Sahabat Alam, yang berlokasi di Kabupaten Malang. Seluruh pengurus dan anggota HMD PTBB FT UM turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan penuh antusiasme.

    Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat. Ketua pelaksana menyampaikan kegiatan sekaligus tujuan utama pelaksanaan upgrading, yaitu membangun sinergi serta meningkatkan kompetensi organisasi. Ketua HMD PTBB FT UM 2026 dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen, komunikasi efektif, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi. Sementara itu, dosen pembina memberikan arahan mengenai peran strategis mahasiswa dalam membangun budaya akademik yang progresif dan kolaboratif.

    Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan anggota sebagai bagian dari proses resmi dalam memperkenalkan dan mengintegrasikan anggota baru ke dalam organisasi, kemudian peserta diajak untuk memahami pentingnya perencanaan yang matang, evaluasi berkelanjutan, dan kerja tim yang solid demi tercapainya target organisasi selama satu periode ke depan. Diskusi interaktif menjadi metode utama sehingga setiap anggota dapat menyampaikan gagasan serta harapan mereka terhadap kepengurusan 2026.

    Salah satu sesi inspiratif dalam kegiatan ini adalah pemaparan materi mengenai peran mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Materi ini disampaikan oleh Ibu Dra. Hapsari Kusuma Wardani,  M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Tata Busana yang memberikan wawasan mengenai kontribusi nyata organisasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, baik melalui program kewirausahaan, pengabdian masyarakat, maupun inovasi kreatif di bidang tata boga dan busana.


             
    Untuk mempererat hubungan antar anggota, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas team bonding atau team building games yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kepercayaan, serta kemampuan problem solving. Setiap kelompok dihadapkan pada tantangan yang membutuhkan strategi dan koordinasi yang baik, mulai dari menyusun rencana bersama, membagi peran secara efektif, hingga mengambil keputusan dalam waktu yang terbatas. Situasi tersebut mendorong peserta untuk saling mendengarkan, menghargai pendapat satu sama lain, serta mengelola perbedaan karakter dalam tim.

    Melalui aktivitas ini, peserta belajar bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh individu yang kompeten, tetapi juga oleh kemampuan tim dalam bekerja secara harmonis, adaptif, dan saling mendukung. Dinamika permainan juga menjadi sarana refleksi bagi setiap anggota untuk mengenali gaya kepemimpinan masing-masing, memahami pentingnya komunikasi yang jelas, serta membangun rasa tanggung jawab kolektif terhadap tujuan bersama. Dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas, meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi, serta memperkuat komitmen untuk berkontribusi secara aktif dalam setiap program kerja yang akan dijalankan ke depannya.

    Sebagai penutup, diadakan sesi refleksi dan penyusunan komitmen bersama. Dalam sesi ini, setiap divisi menyampaikan rencana tindak lanjut serta target yang ingin dicapai selama masa kepengurusan. Momen ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan motivasi agar seluruh anggota memiliki visi yang selaras dan semangat yang konsisten.

    Melalui kegiatan upgrading ini, HMD PTBB FT UM 2026 diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih adaptif, inovatif, dan profesional. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan yang telah terbangun, seluruh anggota siap menjalankan program kerja secara optimal serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.

  • Penguatan Motivasi dan Perencanaan Karier Mahasiswa Tata Busana melalui Kolaborasi Alumni dan Program Studi

    Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan sharing session dan motivasi karier bersama alumni yang telah berkiprah sebagai guru di sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya program studi dalam memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai persiapan penyelesaian studi, perencanaan karier, serta tantangan yang akan dihadapi setelah lulus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus strategi untuk membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri fashion saat ini.

    Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Fakultas Teknik UM dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana yang sedang menempuh tahap akhir perkuliahan. Mengusung tema “Inspiring Future Careers: Alumni Sharing for Academic Success and Professional Development”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi sekaligus membantu mereka merencanakan langkah karier secara lebih terarah. Kehadiran alumni sebagai narasumber memberikan inspirasi dan pengalaman nyata yang relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi mahasiswa saat ini.

    Kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan pengalaman belajar yang kontekstual dan berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi akademik, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi tenaga pendidik profesional maupun pelaku industri kreatif yang adaptif terhadap perubahan zaman. Pembelajaran yang melibatkan alumni sebagai sumber inspirasi menjadi salah satu bentuk penguatan kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

    Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Tata Busana yang menyampaikan pentingnya membangun motivasi akademik dan kesiapan karier sejak dini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penyelesaian studi tepat waktu harus diiringi dengan perencanaan karier yang matang agar lulusan mampu beradaptasi dengan berbagai peluang profesi yang tersedia. Selanjutnya, perwakilan alumni menyampaikan pengalaman perjalanan kariernya mulai dari masa kuliah, proses menyelesaikan skripsi, hingga berhasil menjadi guru profesional di sekolah.

    Memasuki sesi inti, alumni berbagi pengalaman mengenai strategi menyelesaikan tugas akhir, membangun portofolio, meningkatkan kompetensi pedagogik, serta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen kerja. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai tantangan yang sering dihadapi lulusan baru serta keterampilan yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja. Penyampaian materi berlangsung komunikatif sehingga peserta dapat memahami hubungan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan profesi yang akan mereka tekuni di masa depan.

    Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar strategi menyelesaikan skripsi, pengembangan karier sebagai guru, peluang kerja di bidang fashion, serta cara membangun kepercayaan diri saat memasuki dunia profesional. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan mahasiswa terhadap informasi dan pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal dalam merancang masa depan mereka. Alumni juga memberikan motivasi agar mahasiswa tetap konsisten, disiplin, dan optimis dalam menyelesaikan studi.

    Kegiatan ini turut mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth karena membantu mahasiswa mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten, produktif, dan siap memasuki dunia kerja. Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan profesi, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk memiliki perencanaan karier yang jelas sehingga dapat berkontribusi secara optimal dalam dunia pendidikan maupun industri kreatif.

    Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Tata Busana dan alumni juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kehadiran alumni sebagai mitra program studi menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia kerja, sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan realistis mengenai berbagai peluang karier yang tersedia.

    Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Tata Busana UM menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan lebih percaya diri. Ke depan, program studi akan terus memperkuat kolaborasi dengan alumni melalui berbagai kegiatan inspiratif dan pengembangan karier guna mendukung terwujudnya lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.

  • Membangun Aspirasi Pendidikan Tinggi dan Karier Fashion melalui Kunjungan Edukatif Siswa SMK ke Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang

    Malang, [09 Juni 2026] – Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) menerima kunjungan edukatif dari siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan tinggi serta memperluas wawasan karier di bidang fashion dan industri kreatif. Kegiatan ini diikuti oleh 67 siswa dan 20 guru pendamping yang antusias mengenal lebih dekat lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi di Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana UM.

    Kegiatan diawali dengan sesi penyambutan dan pemaparan profil Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana yang menjelaskan visi, misi, kurikulum, capaian pembelajaran, serta berbagai prestasi mahasiswa dan dosen. Para peserta juga memperoleh informasi mengenai peluang studi lanjut, prospek karier lulusan, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta berbagai kegiatan akademik dan nonakademik yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan industri fashion.

    Selanjutnya, peserta diajak mengunjungi berbagai fasilitas pembelajaran yang dimiliki Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, seperti laboratorium busana, ruang praktik desain mode, ruang produksi busana, serta fasilitas penunjang pembelajaran lainnya. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses pembelajaran di perguruan tinggi dan perkembangan teknologi yang digunakan dalam bidang tata busana.

    Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. selaku Ketua Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Beliau berharap kerja sama ini dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif, seperti kuliah tamu, pendampingan pembelajaran, praktik lapangan, pengembangan kompetensi guru dan siswa, penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

    Sementara itu, Kepala SMK Mambaul Ulum menyampaikan apresiasi kepada Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang atas kesempatan dan sambutan yang diberikan kepada seluruh peserta kunjungan. Menurutnya, kerja sama yang terjalin melalui MoU ini menjadi langkah penting dalam membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk mengenal dunia perguruan tinggi, memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri fashion, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Pihak sekolah berharap kemitraan ini dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai program yang berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan dan kompetensi peserta didik.

    Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses informasi pendidikan tinggi yang berkualitas, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan wawasan karier dan kesiapan kerja di bidang fashion, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara Universitas Negeri Malang dan sekolah menengah dalam pengembangan pendidikan yang berkelanjutan.

    Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd. selaku Ketua Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan edukatif ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi siswa SMK Mambaul Ulum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya pada bidang tata busana dan industri kreatif. Melalui pengenalan lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, serta prospek karier lulusan, siswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai peluang pengembangan diri dan karier di masa depan. Ke depan, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana UM akan terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah melalui berbagai program kemitraan, kegiatan edukatif, dan pengembangan kompetensi guna mendukung terwujudnya generasi muda yang unggul, kreatif, profesional, dan berdaya saing global.

  • Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung sebagai Produk Kerajinan Bernilai Ekonomi di Desa Mendalanwangi

    Tim Pengabdian Masyarakat LOKADAYA (Lokal Berdaya, Masyarakat Berkarya) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Balai Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada 1 Juni 2026. Kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta ibu-ibu PKK Desa Mendalanwangi ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Lokal Melalui Optimalisasi Sumber Daya Alam untuk Mewujudkan Kemandirian Desa”. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.

    Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan sesi diskusi interaktif. Fokus utama pelatihan adalah pemanfaatan limbah kulit jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk kerajinan berupa bunga hias dalam vas dan bros. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai proses pengolahan bahan mulai dari pemilihan dan pembersihan kulit jagung, teknik pengeringan, pewarnaan, pembentukan kelopak bunga, hingga proses perakitan produk akhir yang memiliki nilai estetika dan daya jual.

    Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya belajar keterampilan teknis pembuatan kerajinan, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan limbah pertanian, pengembangan kreativitas produk, serta strategi pemasaran usaha mikro berbasis potensi lokal. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan praktik dan diskusi, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif berbahan baku lokal.

    Program ini memberikan dampak positif pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan kulit jagung sebagai bahan baku kerajinan membantu mengurangi limbah pertanian dan mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui penggunaan kembali sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Dari sisi sosial, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi masyarakat dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal. Sementara itu, dari sisi ekonomi, keterampilan yang diperoleh membuka peluang lahirnya produk kerajinan bernilai jual yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ekonomi desa.

    Kegiatan ini secara nyata mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas masyarakat dan penciptaan peluang usaha produktif, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui upaya pengurangan limbah organik dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

    Salah satu dosen pendamping kegiatan menyampaikan, “Potensi lokal yang selama ini dianggap sederhana sesungguhnya memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dengan kreativitas, pengetahuan, dan semangat kolaborasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.”

    Ke depan, program pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan, pengembangan inovasi produk, serta perluasan akses pemasaran. Dengan demikian, masyarakat Desa Mendalanwangi dapat semakin mandiri secara ekonomi sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan inklusif.

  • Menghidupkan Warisan Nusantara: Mahasiswa Asistensi Mengajar UM Sukses Gelar Workshop Batik Tulis Perdana di SMK Brantas Karangkates

    MALANG — Suasana halaman depan Laboratorium Tata Busana SMK Brantas Karangkates tampak lebih hidup dari biasanya pada pertengahan April lalu. Di area terbuka tersebut, aroma pekat lilin malam yang mendidih menjadi latar bagi puluhan siswi dan guru yang tengah asyik menarikan canting, mengubah kain polos menjadi lembaran karya seni yang sarat makna.

    Momen istimewa tersebut merupakan bagian dari kegiatan “Workshop Batik Tulis: Kenali, Cintai, dan Lestarikan Budaya Indonesia”. Sebuah program kerja unggulan sekaligus wujud praktik baik (best practice) yang diinisiasi oleh tim mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2026.

    Digelar selama tiga hari (20, 22, dan 23 April 2026), kegiatan ini dipunggawai oleh tiga mahasiswa, yakni

    May Anggraini Putri selaku Ketua Pelaksana, bersama dua anggotanya, Habsoh Dhatul Alfiah dan Hadisa Tiara Salsabilla. Mengingat besarnya manfaat dari inisiatif ini, pihak sekolah memberikan apresiasi nyata yang luar biasa. Seluruh kebutuhan operasional kegiatan workshop ini didanai 100% oleh pihak SMK Brantas Karangkates. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa program mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar dihargai dan berdampak nyata bagi sekolah.

    Sinergi Hangat Tanpa Sekat

    Menghindari kesan kaku, workshop ini dikemas dalam balutan acara yang semi-formal namun tetap terstruktur dengan baik. Acara dibuka dengan hangat oleh guru pengampu mata pelajaran Tata Busana SMK Brantas, yakni Ibu Yani Istiana, S.Pd., dan Ibu Hanifah Nuzul Laila Isnaini, S.Pd.

    “Kegiatan ini merupakan murni dari inisiatif program kerja Asistensi Mengajar kami. Karena itu, kami mendesain suasananya agar tidak kaku. Kami ingin proses belajar mengajar ini terasa seperti sharing session yang seru antara mahasiswa, guru, dan teman-teman siswa,” ungkap May Anggraini Putri, Ketua Pelaksana, dalam sambutan sederhananya.

    Daya tarik workshop ini rupanya tidak main-main. Sebanyak 34 siswi kelas X dari jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) menjadi peserta inti yang tampak begitu serius sekaligus antusias. Menariknya lagi, pesona seni membatik ini turut “menularkan” semangat kepada guru-guru lain di sekolah. Beberapa dari mereka yang dengan sukarela ikut serta karena rasa penasaran dan keinginan kuat untuk belajar membatik bersama para siswi.

    Tiga Hari Penuh Warna: Dari Sketsa hingga Karya Nyata

    Sesi workshop dipandu langsung secara komprehensif oleh tim mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang. Alur kegiatan didesain agar peserta tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami nilai dan filosofi dari kesenian batik itu sendiri.

    • Hari Pertama (20 April): Menyelami Filosofi dan Goresan Perdana Peserta diajak “menyelami” materi dasar tentang filosofi batik, pengenalan alat canting, proses pemalaman (pelekatan malam pada kain), hingga teknik pewarnaan menggunakan bahan alami maupun buatan. Setelah fondasi teori terbangun, peserta mulai membebaskan imajinasi mereka dengan menggambar motif kasar (sketsa) langsung pada kain polos.
    • Hari Kedua (22 April): Goresan Canting dan Warna Memasuki hari kedua, halaman laboratorium telah bersalin rupa menjadi ruang produksi seni yang intens. Agenda beralih pada proses mencanting; sebuah fase krusial yang menuntut konsentrasi tinggi dan kestabilan jemari. Bagi para pemula, tahapan ini memberikan tantangan teknis tersendiri. Diperlukan kesabaran ekstra untuk menstabilkan panas lilin malam agar tidak menetes dan menodai pola kain. Meski ada beberapa kegagalan kecil saat lilin meluber, di bawah bimbingan tim Asistensi Mengajar, para peserta belajar memperbaiki kesalahan tersebut. Proses pantang menyerah ini justru mengikat emosi dan menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan. Setelah lapisan malam mengunci motif, tahap berikutnya adalah menghadirkan estetika warna melalui teknik colet (pemberian warna pada motif batik secara langsung menggunakan kuas, kapas, atau alat oles lainnya). Dengan sapuan kuas yang mendetail pada bagian-bagian spesifik, selembar kain putih itu pun mulai menampakkan karakternya.

    • Hari Ketiga (23 April): Sentuhan Akhir sang Mahakarya
    • Ini adalah hari yang paling dinanti-nanti. Peserta melakukan proses penguncian warna agar tidak luntur. Puncaknya adalah proses pelorodan (perebusan kain) untuk meluruhkan sisa lilin malam. Begitu kain diangkat dari bilasan, senyum bangga dan takjub terpancar dari wajah para peserta melihat mahakarya batik tulis buatan tangan mereka sendiri.

    “Buat aku, bagian paling menyenangkan itu waktu bisa mendesain motif sendiri dan melihat hasil akhirnya punya perpaduan warna yang bagus. Prosesnya seru karena melatih ketelitian dan kesabaran

    kita. Evaluasi buat aku sendiri sih kedepannya harus lebih hati-hati saat mencanting supaya lilin malamnya enggak luber, dan pewarnaannya bisa lebih rapi lagi. Tapi secara keseluruhan, pelatihan tiga hari ini sangat berkesan dan bermanfaat. Aku dapat pengalaman baru yang berharga dan jadi makin bangga sama budaya batik Indonesia.” ungkap Maura, salah satu peserta workshop.

    Mencetak Sejarah, Mendulang Dukungan Penuh Sekolah

    Keberhasilan workshop ini bukan sekadar tentang selembar kain yang berhasil diwarnai. Kegiatan ini berhasil mencetak sejarah baru karena merupakan pelatihan membatik pertama kalinya yang pernah diselenggarakan di SMK Brantas Karangkates.

    Sebagai langkah keberlanjutan, tim Asistensi Mengajar Universitas telah mengajukan usulan strategis agar pelatihan berharga ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan diadaptasi menjadi program pembelajaran berkelanjutan. Komitmen ini pun didukung sepenuhnya oleh pihak sekolah melalui persetujuan atas usulan tersebut.

    Manifestasi Nyata SDGs: Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Budaya

    Bukan hanya sekedar membatasi diri pada program kerja kampus, inisiatif yang diusung oleh tim Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global. Secara spesifik, workshop ini mengimplementasikan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan metode pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan memberikan keterampilan baru di luar kebiasaan kelas tekstual.

    Selaras dengan komitmen tersebut, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam pilar perlindungan dan pelestarian warisan budaya nasional. Melalui pendekatan yang menyenangkan, batik tulis tidak hanya dikenalkan, tetapi diwariskan kelestariannya kepada generasi penerus agar tak lekang oleh arus modernisasi.

    Melalui publikasi pengalaman selama 4 bulan mengabdi ini, tim mahasiswa Universitas Negeri Malang membuktikan bahwa pendidikan yang bermakna mampu menciptakan dampak yang luas. Mereka tidak hanya sukses menanamkan bibit kecintaan budaya kepada Generasi Z, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa bisa menjadi motor penggerak keberlanjutan warisan Nusantara di masa depan.

  • Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Tata Busana melalui Seminar Akademik dan Kolaborasi Praktisi

    Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana (HMD PTBB) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) berhasil mengadakan seminar tentang pengembangan kemampuan akademik dan industri kreatif. Acara ini menjadi salah satu kegiatan penting untuk mahasiswa agar lebih paham tentang pentingnya publikasi jurnal dan pengembangan diri di era industri kreatif seperti sekarang. Seminar ini bertujuan untuk membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan akademik sekaligus menyiapkan skill yang dibutuhkan di dunia kerja nanti.

    Kegiatan seminar dilaksanakan di Aula Gedung B11 Fakultas Teknik UM Pada hari Selasa, 5 Mei 2026 dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana. Seminar tahun ini mengangkat tema “Creativepreneur Summit: Empowering Academic and Creative Industry Skill”. Tema ini membahas bagaimana kemampuan akademik bisa berjalan seimbang dengan keterampilan di industri kreatif guna memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa publikasi jurnal bukan hanya syarat lulus kuliah, tetapi juga bisa menjadi cara membangun personal branding. Melalui publikasi ilmiah, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja, baik di bidang akademik maupun industri kreatif.

    Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Negeri Malang, yang menumbuhkan semangat kebersamaan, cinta tanah air, serta rasa bangga terhadap kampus. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia yang menyampaikan pentingnya kemampuan menulis artikel ilmiah bagi mahasiswa DPTBB. Ketua Umum HMD PTBB 2026 juga memberikan motivasi kepada peserta bahwa kemampuan publikasi dan kreativitas sangat penting untuk meningkatkan daya saing, melatih pola pikir kritis, serta memperluas kerja sama lintas bidang. Selain itu, Pembina Himpunan menjelaskan bahwa publikasi ilmiah dapat menjadi investasi jangka panjang bagi karier mahasiswa karena mampu memperluas relasi profesional dan meningkatkan kualitas lulusan

    Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan inti dimulai dengan penyampaian materi mengenai strategi dan teknik publikasi jurnal ilmiah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pemaparan materi kedua. Pada sesi ini, peserta mempelajari cara menyusun artikel ilmiah yang baik dan terstruktur, mengenal jurnal nasional maupun internasional, serta memahami proses peer-review yang sering menjadi tantangan bagi penulis pemula. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas teknik penulisan, tetapi juga pentingnya publikasi ilmiah dalam membangun rekam jejak akademik yang baik. Melalui publikasi karya ilmiah, mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan intelektualnya sekaligus berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

    Selama seminar berlangsung, peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada pemateri. Sesi tanya jawab berlangsung cukup aktif dan interaktif. Banyak peserta yang semakin memahami pentingnya improvisasi, manfaat publikasi jurnal ilmiah, serta pengaruhnya terhadap masa depan. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai tips dan trik dalam menyusun artikel ilmiah serta memahami proses pengajuan hingga publikasi karya ilmiah. Melalui seminar Creativepreneur Summit ini juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth karena membantu mahasiswa mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten, produktif, dan siap bersaing dalam industri kreatif serta kewirausahaan bidang fashion. Mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa persaingan di dunia akademik dan profesional membutuhkan rekam jejak riset yang baik melalui publikasi ilmiah. Kemampuan menyusun hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang sistematis dan sesuai kaidah penulisan juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas akademik seseorang. Seminar ini memberikan dampak positif bagi peserta karena mampu membentuk pola pikir yang lebih kritis, analitis, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan maupun tren di industri kreatif. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan narasumber profesional dalam kegiatan seminar turut mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, yaitu memperkuat kemitraan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kapasitas mahasiswa secara berkelanjutan. Harapannya, mahasiswa DPTBB semakin termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, aktif mempublikasikan hasil riset, serta mampu memberikan kontribusi nyata di dunia akademik maupun dunia kerja.

    Dra. Hapsari Kusumawardani. M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Tata Busana UM menyampaikan bahwa kegiatan seminar akademik ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan, motivasi, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia industri dan pendidikan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai mitra profesional guna mendukung terciptanya lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.