Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung sebagai Produk Kerajinan Bernilai Ekonomi di Desa Mendalanwangi

Tim Pengabdian Masyarakat LOKADAYA (Lokal Berdaya, Masyarakat Berkarya) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Balai Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada 1 Juni 2026. Kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta ibu-ibu PKK Desa Mendalanwangi ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Lokal Melalui Optimalisasi Sumber Daya Alam untuk Mewujudkan Kemandirian Desa”. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.

Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan sesi diskusi interaktif. Fokus utama pelatihan adalah pemanfaatan limbah kulit jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk kerajinan berupa bunga hias dalam vas dan bros. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai proses pengolahan bahan mulai dari pemilihan dan pembersihan kulit jagung, teknik pengeringan, pewarnaan, pembentukan kelopak bunga, hingga proses perakitan produk akhir yang memiliki nilai estetika dan daya jual.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya belajar keterampilan teknis pembuatan kerajinan, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai pengelolaan limbah pertanian, pengembangan kreativitas produk, serta strategi pemasaran usaha mikro berbasis potensi lokal. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan praktik dan diskusi, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif berbahan baku lokal.

Program ini memberikan dampak positif pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan kulit jagung sebagai bahan baku kerajinan membantu mengurangi limbah pertanian dan mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui penggunaan kembali sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Dari sisi sosial, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi masyarakat dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal. Sementara itu, dari sisi ekonomi, keterampilan yang diperoleh membuka peluang lahirnya produk kerajinan bernilai jual yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ekonomi desa.

Kegiatan ini secara nyata mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas masyarakat dan penciptaan peluang usaha produktif, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui upaya pengurangan limbah organik dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Salah satu dosen pendamping kegiatan menyampaikan, “Potensi lokal yang selama ini dianggap sederhana sesungguhnya memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dengan kreativitas, pengetahuan, dan semangat kolaborasi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.”

Ke depan, program pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan, pengembangan inovasi produk, serta perluasan akses pemasaran. Dengan demikian, masyarakat Desa Mendalanwangi dapat semakin mandiri secara ekonomi sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan inklusif.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *